Melansir Xinhua, Rabu (25/5), Badan Meteorologi China memprediksi hujan kemungkinan akan turun 10 hari ke depan dan itu pun gerimis. Suhu diperkirakan akan mencapai 36 C yang akan terjadi di kawasan sentral dan selatan China.
Jika kondisi kekeringan di China semakin parah, badan ini akan melakukan ‘cloud seeding’ yakni proses penyebaran es kering atau silver iodide aerosols ke sekitar awan. Data menunjukan curah hujan di kawasan ini kurang 30 hingga 80 persen dari curah hujan normal. Sementara itu, di provinsi Anhui, Jiangsu, Hubei, Hunan, Jiangxi, Zhejiang dan Shanghai kekeringan juga melanda dan menjadi yang terburuk sejak tahun 1954.
Sungai Yangtze sepanjang 6.300 kilometer merupakan jalur lalu lintas air terpanjang China yang esensial bagi perekonomian banyak kota di sepanjang rutenya. Kekeringan kali ini telah menghilangkan sumber air minum bagi 400.000 orang di provinsi Hubei dan mengancam 870.000 hektar tanah pertanian di wilayah penghasil biji-bijian itu.
Selain itu pada Senin (23/5) di Hubei kekeringan ini menyebabkan kerugian ekonomi senilai 7,1 miliar Yuan ($1,1 miliar), menurut departemen dalam negeri. Untuk mengatasi masalah ini, Dinas Penanganan Banjir dan Kekeringan China memerintahkan operator bendungan terbesar di dunia Three Gorges Dam untuk mengalirkan air sekitar 5 miliar meter kubik ke sungai Yangtze mulai Rabu (25/5) hingga 10 Juni.
Debit air sebanyak itu setara dengan kebutuhan air untuk mengisi dua juta kolam renang ukuran Olimpiade. Barclays Capital mengatakan pekan lalu bahwa akibat kekeringan ini, China harus meningkatkan kebutuhan minyak sebanyak 300.000 barel per hari untuk menebus energi listrik yang hilang dari tenaga air Sungai YangTze selama ini digunakan sebagai sumber PLTA.
Credit : http://www.jurnalmedan.co.id/index.php?option=com_content&view=article&id=60185:china-alami-bencana-kekeringan-terburuk&catid=30:internasional&Itemid=55
http://www.hariansobek.com/2011/10/saat-kekeringan-melanda-china-extreme.html



















0 komentar:
Posting Komentar